image

"Gue sih cuek"

" Lipat tangan? Lebih baik turun tangan "
- Anies Baswedan -






 Pagi ini Alhamdulillah cerah, meskipun kemarin-kemarin agak mendung, dan siangnya pasti hujan. Padahal harusnya Indonesia udah masuk musim kemarau lho. Pagi ini juga aku baca beberapa artikel mengenai penyebab telatnya si kemarau. Ternyata ada beberapa hal, selain suhu permukaan air laut yang masih hangat sehingga pembentukan awan penyebab hujan masih aktif, ternyata disebabkan beberapa hal lain seperti Osilasi Madden Julian, ada bibit siklon tropis, tekanan rendah di daerah Indonesia bagian barat, dan tentu saja akibat perubahan iklim.

Belum lagi mulai semalem, harga BBM ditetapkan jadi Rp 6.500,00 / liter ( eh ini apa hubungannya? ). Di sini berlaku hokum kekekalan harga BBM, dimana semakin tinggi harga BBM maka harga sembako akan semakin naik pula. Dan, tadi pagi aku liet di berita, harga tomat, wortel, ama cabe udah naik hampir 50 %. Jadi, makan sambel udah bukan makanan “kere” yang selama ini dibilang orang-orang ya.

 Selain itu, efek domino dari kenaikan BBM ini adalah mahasiswa jadi respect ama jalan raya alias pada demo. Sayangnya, banyak yang anarki. Bakar ban, blokir jalan tol ( jalan tol coba ! ini beneran terjadi di Makassar ), dan bikin macet. Macet. Macet itu membuat proses pembakaran pada kendaraan bermotor lebih lama dan volume bensin yang dibutuhkan semakin besar, kadar polutan di jalan juga nambah sob. Nah, jadi boros BBM dong, padahal katanya “membela rakyat” dan “ menolak kenaikan harga BBM “.  ( tentang kenapa kita musti nolak kenaikan harga BBM, bisa loe baca di sini ). Usul gue sih,  mahasiswa seluruh Indonesia bersatu aja, ya semacam BEM SI alias Seluruh Indonesia 
dan bikin perwakilan . Terus, lakukan semacam dialog dengan anggota DPR  tuh yang suka bikin undangan ( Undang – Undang ! ). Atau bikin “sindiran” buat pemerintah, contohnya bagi-bagi voucher BBM seharga 10ribu-an lah buat tukang ojek misalnya ( ini udah dilakukan sama salah satu parpol. Salut ! ). Itu lebih efektif dan manpangat daripada Cuma bikin macet -_-


Tapi, mereka, para mahasiswa itu lebih mending daripada orang yang bisanya Cuma bilang


“ gue sih cuek”


Atau

 “ peduli amat !”

 Bahkan

 “ biarin “

 saat berbagai fenomena di atas terjadi di Negara kita. Terlalu apatis kalo gue boleh bilang ( boleh kok ). Orang-orang kayak gini nih, yang kelak kalau jadi pemimpin bangsa bisa jadi cuek abis. Na’udzubillah..

“bensin Cuma naik dikit aja pada ribut”

Jujur ya, sakit denger kalimat itu, apalagi kalo yang ngomong kayak gitu mahasiswa yang katanya intelek. Buat mereka, yang senantiasa menengadahkan tangan ke orang tua, mungkin hal ini sepele. Lah, duit tinggal minta, nggak mikir gimana ortunya kerja keras demi dia ( sinetron banget ini ). Tapi, buat rakyat kecil, BBM naik seribu dua ribu ini bisa bikin mereka nggak makan, anak-anaknya bisa terancam putus sekolah. Nggak naik aja, mereka udah susah men. Nurani loe pada kemana? 

Yaudah, kalo misal loe nggak suka liet demo-demo, loe kasih contoh dong gimana caranya. Minimal dari hal-hal yang sederhana tapi luar biasa. Semisal : hemat bensin, tanem pohon, nanem sayur sendiri di rumah, mati-in lampu yang nggak kepake, charger laptop+hape seperlunya, penelitian tentang bahan bakar alternative, dll.. lho, kok kayak penyelamatan lingkungan gini?

Yea, absolutely, karena semua kejadian ini sebenernya akibat kebiasaan kecil kita. Kebiasaan buruk yang dianggap remeh dan dilakukan oleh banyak orang, serta kontinyu.

Kebanyakan pake bensin, bensin jadi langka, terus harga jadi naik.  
Pake AC berlebihan + boros BBM ( hasilnya polusi ) = global warming = perubahan iklim = musim jadi amburadul jadwalnya #eh 

Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.. gitu kan slogannya demokrasi? Ya gitu juga berlaku untuk ke-negatif-an yang terjadi.

Perbaiki mulai dari diri sendiri, dari hal-hal yang kecil, dari sekarang..

3 comments:

Anonymous said...

Semua kampus saat ini didominasi mahasiswa yg kaya. Persentase beasiswa dan kaum ke bawah tak sebanding. Jadi, secara psikologis mrk berjarak dengan situasi dan kondisi sosial. Meskipun demikian, kepedulian bukan hanya dimiliki oleh mrk yg mengalami. Kepedulian bs dibentuk, dilatih dan dipelajari.Melalui ilmu, sejarah, kontemplasi. Ketidakpedulian merupakan buah dr ego dan ketidaksadaran dlm menjalani kehidupan. Merupakan suatu penyakit sosial akut yg menganggap segala sesutau terpisah. kegagalan dlm memahami hakikat ilmu pengetahuan.

Rizky Oktaviani said...

iya nih mas, kenapa ya bisa pada apatis gitu. apa karena otak kami terlalu dijejali ama "akademik lebih penting". jadi, yg dipikirin cuma tugas kuliah ama nilai -_-
sosial? whatever..

Anonymous said...

Ini masalah brainwashing. Bs oleh sistem yg melingkupinya, bs oleh pola pengasuhan masa kecil bs oleh keteladanan yg dijumpainya dlm masa pertumbuhan kedewasaannya. Ingat, "Tindakan kreatif berasal dr Pikiran kreatif. Pikiran Kreatif berasal dr ketiga elemen: pola pengasuhan, keteladanan, dan pengalaman personal dlm kehidupan.

Post a Comment

Pages