image

Geografi Regional Dunia : KAJIAN GEOGRAFI REGIONAL NEGARA KIRIBATI

Disusun oleh : Rizky Oktaviani 

A.    Kajian Fisik
Kiribati terletak di tengah Lautan Pasifik, antara 173 dan 177 derajat Garis Lintang Timur. Luasnya dari utara ke selatan mencapai 800 kilometer persegi. Sedang luasannya dari timur ke barat mencapai 3.218 kilometer persegi. Kiribati berada pada bentangan khatulistiwa dan berdekatan dengan Garis Waktu Internasional (International Date Line). Republik ini terdiri dari tiga kepulauan utama, yaitu Kepulauan Gilberts, Kepulauan Phonix, dan Kepulauan International Line atau Kepulauan Caroline.
Kiribati terdiri dari 32 atol dan satu pulau (Banaba), dengan setidaknya tiga di setiap belahan dunia. Kepulauan-kepulauannya adalah:

  • Banaba: sebuah pulau terisolasi yang terletak di antara Nauru dan Kepulauan Gilbert
  • Kepulauan Phoenix: 8 atol dan kepulauan karang yang terletak sekitar 1800 km sebelah tenggara Kepulauan Gilbert
  • Kepulauan Line: 8 atol dan satu karang, terletak sekitar 3300 km sebelah timur Kepulauan Gilbert
3.      Demografi
                  Penduduk Kiribati dipanggil I-Kiribati dalam bahasa Gilbert. Meskipun bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan dalam konstitusi dan bidang hukum,bahasa Gilbert, bahasa asli penduduk bangsa Mikronesianya digunakan secara luas.
                      Perlu diperhatikan bahwa tidak ada huruf 's' dalam bahasa Gilbert; 's' digantikan 'ti'. Oleh sebab itulah Pulau Kiribati dikenal sebagai Christmas dalam bahasa Inggris. Agama terbesar adalah agama Kristen, meski telah dicampur dengan berbagai adat-istiadat dari kepercayaan setempat. Ada pula yang menganut kepercayaan Bahá'í.
                       Tiga pulau lainnya di kepulauan Line adalah milik Amerika Serikat. Banaba adalah sebuah pulau karang yang telah ditinggikan yang pernah kaya akan fosfat, namun semuanya telah habis ditambangkan sebelum kemerdekaan. Sisa tanah di Kiribati terdiri dari pasir dan kepulauan-kepulauan batu karang yang kecil yang terdiri dari atol atau pulau-pulau karang yang tingginya hanya beberapa meter di atas permukaan laut. Tanahnya tipis dan berkapur, sehingga sulit untuk bercocok tanam. Kiritimati (Pulau Christmas, namun bukan Pulau Christmas yang merupakan milik Australia) di Kepulauan Line adalah atol terbesar di dunia.
                     21 dari 33 pulau yang dihuni; Banaba (Ocean Island) di Kiribati adalah salah satu dari tiga pulau batu fosfat besar di Samudera Pasifik - yang lain adalah Makatea di Polinesia Prancis, dan Nauru.
                   Dahulu, Kiribati dibagi menjadi beberapa distrik, namun saat ini tidak ada lagi pembagian menurut distrik, melainkan sebuah kelompok yang menyatukan Kepulauan Line dan Phoenix. Setiap pulau yang dihuni mempunyai Dewan Kepulauan sendiri (3 di pulau Tarawa; 2 di Tabiteuea). Sebelum merdeka, Kiribati dibagi menjadi enam distrik:
                         Sebagai daerah daratan yang landai, tidak berbukit, tidak bergunung, dan juga bukan daratan tinggi, sehingga tidak ada yang menghalangi pandangan mata ke matahari. Daratan di kepulauan itu dikelilingi luatan luas yang berjarak ribuan mil dengan daratan lainnya. Seluruh daratan di kepulauan itu paling tinggi mencapai 8 meter di atas permukaan laut, kecuali Pulau Banaba, dengan luas keseluruhan kurang lebih 6 kilometer persegi. Kondisi alam semacam itu di kepulauan Kiribati tidak ditemukan di seluruh tempat di muka bumi dan menjadi kekhususan tersendiri.
                                Iklim yang kurang bersahabat diakibatkan oleh daerah yang dilalui angin timur, sehingga pulau-pulau memiliki iklim khatulistiwa maritim, dengan kelembaban tinggi selama musim hujan sekitar Bulan November-April. Meskipun pulau tersebut terletak di luar sabuk badai tropis, Terdapat angin kencang sesekali dan bahkan tornado. Curah hujan bervariasi dari rata-rata 102 cm (40 in) dekat ekuator hingga 305 cm (120 in)  yang merupakan angka ekstrem di wilayah  utara dan selatan. Kekeringan yang parah juga bisa terjadi di Kiribati. Rata-rata, terdapat  kurang dari 1% variasi antara bulan dingin dan panas, tapi suhu harian berkisar dari 25 derajat celcius sampai 32 derajat celcius dengan suhu rata-rata tahunan sebesar 27 derajat celcius.
                             Kemiskinan tanah yang ekstrim dan variabilitas curah hujan yang tinggi membuat budidaya tanaman mustahil dilakukan di wilayah tersebut. Hanya Babai (semacam tumbuhan jenis talas), pohon kelapa, dan pohon pandan paling mudah tumbuh di pulau-pulau di Kiribati. Babi dan unggas juga banyak terdapat di Kiribati, namun bukan satwa asli. Hewan-hewan tersebut diperkenalkan oleh orang Eropa pada masa kolonial. Namun, Negara ini memiliki aneka satwa laut yang melimpah dan beraneka ragam seperti layaknya Negara kepulauan lainnya.
                                      Negara ini merupakan Negara yang paling menderita dan menjadi Negara pertama yang rusak akibat perubahan iklim global. Salah satu akibat dari pemanasan global telah mengambil sebagian lahan negara di pasifik tersebut, air laut yang meninggi telah menyentuh wilayah pemukiman warga. Hal ini menimbulkan problema besar bagi negara kecil berpenghuni 113 ribu orang tersebut, karena mereka tak punya pulau lain di negara mereka yang dapat dipakai untuk pindah.
                                Ombak yang sudah mencapai pemukiman di tepi pantai terus memaksa penduduk berkumpul ke dalam satu wilayah. Kini, dalam pulau mereka yang berbentuk datar tersebut, sebagian besar penduduk menyesaki kota Tarawa. 
                                Untuk menyikapi problema besar ini, sang presiden sebelumnya telah memperhitungkan sebuah rencana besar untuk membangun pulau buatan baru yang dapat dihuni, tapi entah karena biaya yang terlalu besar atau alasan lain, rencana ini sepertinya dibatalkan.
                 Kini solusi mereka tertuju kepada sebuah upaya baru agar mereka diijinkan untuk membeli dataran seluas 5000 are di wilayah pemerintahan militer Fiji, tepatnya di pulau utama Fiji, Vanua Levu. Jika diperbolehkan, maka pemerintah Kiribati akan segera memindahkan warganya ke tempat tersebut dikit demi sedikit.
                      Menurut Laporan PBB untuk Negara-Negara Kepulauan Pasifik Berkembang (1992), masalah lingkungan yang paling signifikan yang dihadapi bangsa-bangsa di daerah ini di dunia adalah pemanasan global dan naiknya permukaan laut. Variasi dalam tingkat laut dapat merusak hutan dan daerah pertanian dan mencemari persediaan air tawar dengan air garam.
                           Kenaikan permukaan laut bahkan dengan dua kaki (60 cm) akan menenggelamkan Kiribati yang dihuni pada tahun 1996, seperti kenaikan ini diperkirakan sebagai suatu kemungkinan pada tahun 2100. Kiribati, bersama dengan negara-negara lain di daerah itu, rentan terhadap gempa bumi dan aktivitas gunung berapi. Akan tetapi, Bangsa ini juga memiliki fasilitas memadai untuk penanganan limbah padat, yang telah menjadi perhatian lingkungan utama sejak 1992, terutama di pusat populasi yang lebih besar di Kiribati.
                     Kepulauan Kiribati yang terletak di atas Garis Khatulistiwa membuatnya stabil dan tidak mengalami perubahan waktu terbit matahari untuk selamanya. Di sana matahari terbit sekitar jam 6.30 dan terbenam sekitar 18.30, setiap hari. Hal ini menjadi kekhususan Kepulauan Kiribati sehingga menjadi sebagai pijakan penentuan waktu internasional (International Date Line).
               Pulau-pulau yang membentuk Kiribati terletak di sepanjang khatulistiwa dan International Date Line sekitar pertengahan antara Hawaii dan Australia.

Map of Kiribati



A.    Kajian Manusia
1.      Sejarah dan Pemerintahan
Negara Kiribati dipimpin oleh seorang Presiden, yang bertindak sebagai Kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan, oleh rakyatnya Persiden dipanggil dengan sebutan ” Beretitenti” , pusat pemerintahannya terdapat di Tarawa.
Kiribati dihuni sebuah kelompok etnis Mikronesia yang bertuturkan suatu jenis bahasa Oseanik yang sama selama 2.000 tahun sebelum mengadakan hubungan dengan orang-orang Eropa. Pulau-pulau tersebut dinamakan Kepulauan Gilbert pada tahun 1820 oleh seorang admiral Estonia, Adam von Krusenstern, dan kapten berkebangsaan Perancis, Louis Duperrey; berasal dari nama Thomas Gilbert, yang menyeberangi kepulauan ini pada tahun 1788. Pada tahun 1892, Kepulauan Gilbert menjadi sebuah protektorat Britania Raya bersama dengan Kepulauan Ellice yang berdekatan. Keduanya kemudian menjadi koloni pada tahun 1916 dan akhirnya menjadi daerah otonomi pada tahun 1971. Pada tahun 1943, Pertempuran Tarawa berlangsung di ibu kota Kiribati di pulau Tarawa.
Pada tahun 1978, Kepulauan Ellice menjadi negara merdeka bernama Tuvalu, dan Kiribati pun ikut merdeka pada 12 Juli 1979. Setelah kemerdekaan Kiribati,Amerika Serikat menarik segala klaim terhadap Pulau Phoenix dan semua pulau-pulau di Kepulauan Line (kecuali tiga pulau) yang kemudian menjadi wilayah Kiribati.
2.      Ekonomi
Sumber utama penghasil devisa Negara adalah dari tambang fosfat dan sektor parawisata, yang terdapat di 3  pulau milik Negara Kiribati termasuk di Pulau Line dan Phoenix, dan merupakan penghasil devisa terbanyak di daerah ini. Kiribati hanya mempunyai sedikit sumber daya alam. Cadangan fosfat yang bernilai komersial telah habis saat Kiribati merdeka. Kopra dan ikan kini merupakan hasil produksi dan ekspor yang dominan.
Ekonomi Kiribati telah naik-turun dengan besar dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ekonomi dihalangi kurangnya pekerja berkeahlian tinggi, infrastruktur yang lemah, dan letaknya yang jauh dari pasar dunia.
Karena Kiribati ini di lokasi yang terpencil dan daerah yang tersebar di 33 pulau-pulau kecil itu adalah salah satu yang berkembang setidaknya pulau Pasifik (CIA World Factbook). Ia juga memiliki sedikit sumber daya alam, sehingga ekonominya terutama tergantung pada perikanan dan kerajinan kecil. Pertanian dipraktekkan di seluruh negeri dan produk utama industri yang kopra, talas, sukun, ubi dan sayuran berbagai macam.
Pariwisata menyumbangkan lebih dari seperlima produk domestik bruto Kiribati. Dana bantuan keuangan internasional, kebanyakan dari Britania Raya dan Jepang, merupakan tambahan yang penting bagi PDB-nya, setara dengan 25%-50% PDB dalam beberapa tahun terakhir.
Berikut ini adalah gambaran besar kondisi kependudukan di Kiribati :
Populasi:
103.092 (Juli 2005 est)
Umur struktur:
0-14 tahun: 38,9% (laki-laki 20.342 / perempuan 19.806)
15-64 tahun: 57,7% (laki-laki 29.362 / perempuan 30.136)
65 tahun ke atas: 3,3% (laki-laki 1.477 / wanita 1969) (2005 est)
Median umur:
Total: 20.05 tahun
laki-laki: 19,61 tahun
perempuan: 20,58 tahun (2005 est)
Tingkat pertumbuhan populasi:
2,25% (2005 est)
Angka kelahiran:
30,86 kelahiran / 1,000 populasi (2005 est)
Tingkat kematian:
8,37 kematian / 1,000 populasi (2005 est)
Bersih migrasi rate:
0 migran (s) / 1,000 populasi (2005 est)
Jenis kelamin:
saat lahir: 1,05 laki-laki (s) / wanita
bawah 15 tahun: 1,03 laki-laki (s) / wanita
15-64 tahun: 0,97 laki-laki (s) / wanita
65 tahun ke atas: 0,75 laki-laki (s) / wanita
total populasi: 0,99 laki-laki (s) / wanita (2005)
Angka kematian bayi:
total: 48,52 kematian / 1,000 kelahiran hidup
laki-laki: 53,64 kematian / 1,000 kelahiran hidup
perempuan: 43,16 kematian / 1,000 kelahiran hidup (2005 est)
Harapan Hidup:
total populasi: 61,71 tahun
laki-laki: 58,71 tahun
perempuan: 64,86 tahun (2005 est)
Kesuburan:
4,2 anak yang lahir / wanita (2005).

4.      Pertanian
Di negara tersebut tidak ada orang yang menanam beras, sehingga kebutuhan beras mereka harus di import dari Australia, pertanian lain juga hampir tidak ada. Daerah mereka datar.  Tidak ada gunung, tidak ada danau, dan tidak ada bukit.
5.      Pendidikan
Di Kiribati sekolah hanya ada hingga jenjang SMA, untuk meneruskan pendidikan, pelajar Kiribati harus ke Fiji atau ke Australia atau New Zealand.  Pemerintah Kiribati menyediakan beasiswa untuk warganya, selain itu juga terdapat beasiswa dari pemerintah Inggris, Australia, New Zealand, dan lain-lain.    Kiribati termasuk dalam negara persemakmuran Inggris, mereka baru merdeka di akhir tahun 1970an.  Rendahnya human resources, adalah tantangan bagi pembangunan di negara ini.
6.      Politik
Parlemen Kiribati, yang disebut Maneaba ni Maungatabu dilantik setiap empat tahun sekali, dan terdiri dari 42 wakil. Maneaba juga merupakan nama yang diberikan kepada tempat-tempat pertemuan yang terdapat di setiap komunitas setempat.
Setiap pulau dari 21 pulau yang dihuni mempunyai sebuah dewan setempat yang mengurus masalah-masalah sehari-hari (3 dewan di Tarawa: Betio, Tarawa Selatan, Tarawa Utara).



 Prediksi
Menurut saya, keberlangsungan Negara ini tidak akan bertahan lama. Bisa jadi hanya sampai 5-6 tahun lagi. Hal itu disebabkan oleh adanya perubahan iklim dan Global Warming yang semakin parah. Terlebih lagi kondisi Kepulauan di Kiribati yang landai memiliki resiko bencana yang besar yaitu penenggelaman pulau-pulau tersebut akibat kenaikan permukaan air laut.
Selain itu, kini pemerintah Kiribati berupaya memindahkan penduduknya ke Fiji agar mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Otomatis, jika penduduk berpindah, maka Negara tersebut menjadi Negara kosong tak berpenghuni. Meskipun upaya antisipasi perubahan iklim sudah giat dilakukan, namun kondisi alam tetap tidak bisa diubah dengan mudah.
Seharusnya, Negara-negara lain terutama PBB mampu mencarikan solusi yang tepat, seperti memberikan bantuan berupa lahan baru bagi penduduk Kiribati, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas dengan lancar dan tidak kehilangan budaya asli yang sudah mereka pertahankan.



sumber :
http://www.geographic.org/
http://www.idbite.com/artikel/1842/seluruh-penduduk-kiribati-akan-dipindahkan-karena-negara-mereka-terancam-tenggelam
http://en.wikipedia.org/wiki/Geography_of_Kiribati
http://en.wikipedia.org/wiki/Banaba_Island

2 comments:

tanasyah said...

Sepengetahuan saya, luas pulau Banaba bukanlah 5.180.000 kilometer persegi, melainkan hanya 6 kilometer persegi. Jika luasnya 5.180.000 kilometer persegi, maka pulau Banaba akan sangat terlihat jelas di peta dunia karena jumlah 5.180.000 kilometer persegi adalah jumlah yang sangat luas, sedikit lebih luas daripada Asia Tenggara. Mohon diperbaiki. Terima kasih.

Rizky Oktaviani said...

terima kasih Tanasyah sudah mengingatkan :D mohon maaf atas kesalahan artikel tsb. sebab, saya cek di berbagai web mengatakan luas keseluruhan seperti yg tertera di atas.kesalahan saya pula tidak mengecek keakuratan data tsb.

setelah saya cek di http://en.wikipedia.org/wiki/Banaba_Island atau buku "Islands of Kiribati" ternyata luas Banaba sendiri hanya 6 km persegi dan di official web pulau banaba http://www.janeresture.com/banaba/ hanya 5 km persegi. tidak mungkin jika di total mencapai lebih dari 5 juta km persegi :D

terima kasih banyak sudah mau mengingatkan
: )insya alloh akan dicari literatur sumber yg lebih akurat lagi

Post a Comment

Pages