image

Skripsiticious Syndrome Sp

Kagak penting juga judulnya. Intinya jelas, skripsi. Mau loe sebut skripsweet, skripsong, skripsh*t, udaaaaaah, nama aslinya tuh SKRIPSI. Kasian, emak dia udah ngasih nama dia kayak gitu eh elu ganti seenaknya.



Postingan ini alurnya mau kemana sih.



Gue juga nggak ngerti.



Well, gue lupa ngucapin SELAMAT, buat kalian semua angkatan 2010 dan di atasnya, termasuk diri gue sendiri. SELAMAT memasuki dunia mahasiswa tingkat akhir. Plok plok plok *tepok kaki

Itu artinya, kita semua akan menjadi seorang PENULIS. WOW.



WOW ! *nyemprot



Penulis sekripsi tentunya



--------------



Rasanya baru kemaren gue dateng di setiap seminar skripsi kakak tingkat [meski Cuma ngarepin snacknya doang], tapi kini sudah giliran gue? giliran gue ngasih snack?? !!!



oke, abaikan..



Jujur, ada sedikit cemas di hati ini. Ada seumlik (apaan deh .__.) resah melanda.

Karena gue mahasiswa superkeren yang anti mainstream, gue takut jikalau masalah CEPET LULUS hanya akan menjadi angin lalu, semacam kentut, buat gue. Bau. Bentar doang. Ilang. Lupa.



Begitulah…



Gue takut kalo niat gue biar bisa lulus-cepet mulai memudar kayak punya nya Rossa (kurasakan pudar dalam kuliahku…) padahal gue punya target S2 ke Jepang lho *pamer*ditendang Sasuke



Apalagi, gue merasa ketinggalan di saat temen-temen yang lain udah pada ngajuin judul skripsi dan udah di acc. Sedangkan gue… GUE???



Draft pengajuan proposal masih tersimpan dengan [sedikit] rapi di folder “Skripsuit”, Local Disk D

[ sengaja detail, siapa tau situ kepo terus pengen buka laptop gue, terus buka folder itu, terus baca draft gue, terus… TERUS loe Cuma diem sambil menatap ke gue seolah berkata “malang nasibmu Nak “]

*pft



Gue juga liet beberapa fenomena nyata di sekitaran kita, bahwa ada banyak mahasiswa yang jauh lebih tinggi angkatannya dari gue, tapi belum lulus juga. Mereka adalah Mahasiswa Tingkat Dewa *salim *sungkem

Tapi, entah kenapa banyak diantara mereka lebih ‘gentle’ daripada mahasiswa yang udah pada lulus cepet. Gue sebutin beberapa yang gue kenal ya



1. Mas redhoters, angkatan 06, setau guesih belum lulus S1 tapi lulus D3. Jurusan otak atik kabel. Tapi, dia udah punya usaha bikin undangan&souvenir manten, dan SUKSES. Ciyus. [semoga beliau nggak baca note ini ]



2. PakT. Angkatan berape ye.. kalo nggak salah 08 [ampun pak, aku bocahmu]. Berdasarkan pengamatan, dari berbagai tweet dia yang sering berterbangan di TL gue dan dari foto-foto narsisnya, dia usaha jualan hewan-hewan unyu gitu. Gue pernah ditag di pesbuk. Tapi gue Cuma komen seadanya karena nggak ngerti mesti komen apa. Toh, kalo tanya harga juga gue nggak bakalan mau beli. Daripada PHP. Palingan nanya “ ini hasil nyolong dari kebunbinatang mana?” *oke garing

Hewan-hewan unyu tadi contohnya kaya kular gitu. Reptil-reptil dan hewan unik lainnya gitu. Geografi banget loh tapi. Hihihi.. *dilempar kobra



3. Bang Alitt alias @shitlicious. Dia mahasiswa telat lulus yang bener-bener jadi penulis. Penulis Buku. Terkenal (kecuali buat yang nggak kenal) Sukses. nyebarin ilmu tentang menulis dan bikin kelas-kelas menulis kreatif, GRATIS. Dewaaaaa :o



4. Sam. Gue nggak tau siapa dia sebenernya. Yang jelas, dia adalah pemilik akun@skripsit dan pemilik blog skripsit.com. Dia menyebut dirinya MATELU (MahasiswaTelat Lulus * hiiih, Na’udzubillah ). Dan gue adalah pembaca setia blognya. Efek samping baca blognya, loe akan menertawai kemalanganmu sendiri, kemalangan Sam tentu aja, bahkan loe jadi meragu, buat apa lulus cepet kalo loe nggak ada persiapan pasca lulus? Kalo loe Cuma jadi PEGAWAI? Kalo loe nggak bisa manpangat buat orang laen? At least, kalo loe Cuma jadi pengangguran… *tsaaah



Sam bikin gue nganga se-nganga-nganga-nya, ngangguk-ngangguk nggak jelas, kadang bengong [ gue nge-fly apa ya?]. karena ,pemikirannya itu lho. Sangar men. Dia juga seorang wiraswasta. Ini nih yang bikin gue bingung. Banyak mahasiswa yang lulus cepet, ujung-ujungnya jadi PEGAWAI. PNS lah. Kerja buat orang lain. Tapi, para MATELU ini, dewanya mahasiswa ini, mereka bikin lapangan pekerjaan buat orang lain. Keren-an mana coba?



Gue lah *silakan muntah



Semoga gue bisa cepet lulus dan bisa ngasih kerjaan ke orang lain juga, biar jadi mahasiswa –eh- alumnus superkeren lebih dari mereka. Buahahaha *ditimpuk pake toga.



Entah kenapa gue jadi pengen bisnis apa kek gitu, jualan apa gitu. Tapi sayang, passion gue di hal semacam itu belum tinggi. palingan Cuma bantu-in emak jualan produknya Soph*e Martin. Padahal gue bukan tipikal cewek yang update fashion dan merk kayak gitu .__.



So, ujung-ujungnya, tetep jadi pengajar bimbel dan freelance writer.



Eh, tapi tao gak tao gak tao gak sih loe?

Enggaaaaakkk



Ada yang lebih keren lho. Mereka adalah mahasiswa yang ngajar di pulau terluar Indonesia. Merekalah yang melaksanakan UUD 1945 dengan nyata. Di saat pemerintah bisanya Cuma koar-koar aja. Mereka nyebrangin samudra, terbang melintasi pulau-pulau Nusantara [eh, ini bukan puisi] Mencerdaskan anak bangsa, men. Masya Alloh..

Salah satunya, Mbak Momon, kakak tingkat gue. Semoga pengalamannnya segera di posting di blognya : )



Jadi, intinya, skripsi itu jalan yang tetap harus ditempuh

*nggak nyambung gini sih



Meskipun kelak saat loe buka usaha,loe nggak bakal ditanya

“dulu judul skripsi Bapak apa?”



atau saat nglamar kerja di-interview:

“apa metode penelitian yang anda gunakan dalam skripsi anda?”





nggak bakalan!

*maybe *sotoy



Soooo….

Can we all slow down and enjoy right now.. (Jessie J )



Lulus cepat belum tentu yang terbaik, tapi lulus di waktu yang tepat, dengan perencanaan yang akurat,hasilnya pasti akan lebih baik…

Insya Alloh : )



Gue bijak ya? Hahaha *tertawa malaikat



Jangan lupa, “waktu yang tepat” itu kita yang menciptakan, tidak datang dengan sekonyong-konyong jatoh dari langit kayak coboy junior. Eyaaaa..

Success for us : )

7 comments:

Ana Indriyani said...

such good "pencerahan" sist...
kekeke
maybe I am one of person who should slow down and think what I want to do!

Rizky Oktaviani said...

hihihi...
Hope Alloh always guide us and gives bless in everything that we do
fighting An !! :D

Anonymous said...

Nggak lulus juga ok, bocah. Bs keliling Nusantara dibiyai diknas, ngajar di kampus besar di Indonesia :-P...tp kl loe kayaknya kudu lulus dech. Krn loe masih bocah dan belum jadi sekeren Gw

Rizky Oktaviani said...

nggak lulus aja bisa keliling Indonesia gratis, kereeeen.. apalagi kalo lulus trus keliling dunia gratis, kereeen bangettt :p

I'm cool with my own way

*uhuk

Anonymous said...

Bener. Keren banget. Khan (msh) bocah, jd kudu pake cara+pola orang kebanyakan :-P

Rizky Oktaviani said...

ckckck, emang kebanyakan orang pola pikirnya gimana? wkwkwk

"kuliah adalah amanah dari orang tua, dan kelulusan ialah salah satu bagian darinya, serta skripsi yang menjadi prosesnya... " pola pikir seperti itukah?

Anonymous said...

Nggak da yg salah dgn itu semua. Selama tdk menganggap mrk yg tdk lulus berarti tdk amanah. Tdk ada yg salah dgn semua itu selama tdk menganggap bahwa lulus merupakan satu2 jalan bakti kpd orang tua. Prinsipnya adalah kuliah atau menempuh jalan pendidikan itu utk mendapatkan pencerahan. Dlm proses perjalanan tersebut, bila tlah mendapatkan esensi dr pendidikan dan menjadikannya tercerahkan: sense of crisis, sense of conflict, sense of art tlah hadir dlm dirinya maka dengan sendirinya setiap penempuh jalan menjadi peduli, kritis dan melakukan sesuatu utk melakukan perubahan. Mewujudkan diri personal menjadi agen perubahan yg bersifat sosial. Transformasi pribadi yg tdnya sibuk dgn urusan pribadi dan domistik, hanya memikirkan utk kepentingan pribadi dan/atau wilayah sempit (sebatas keluarga besar) meluas menjadi pribadi yg bermanfaat secara luas. Bila hal ini terjadi, setiap penempuh jalan lantas memutuskan utk berhenti lulus (atau paling tdk melambatkan proses kelulusan) maka sungguh mereka tlah menempuh jalan yg mulia. Bila keputusan ini diambil, sesuatu hal yg diluar kelaziman di Indonesia, bukan berarti jalan ini adalah jalan sesat. Bila tlah sampai waktu utk mengambil pilihan "sulit" ini, pastikan penyebabnya adalah sesuatu hal yg besar dan signifikan. Tentu saja opsi lulus tetap sesuatu hal yg laik utk dilakukan. Tergantung kapasitas setiap penempuh.

Post a Comment

Pages